- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kant dan Ilmu Pengetahuan Dunia
Evangelia Tuko
Immanuel Kant (1724 –
1804) lahir di Konisberg, sebuah kota kecil di Prussia Timur. Kant berasal dari
keluarga Protestan yang saleh. Berkat pengaruh kesalehannya inilah yang
kemudian mempengaruhi pemikiran moralnya. Sejak tahun 1740, Kant mengkaji
filsafat, matematika, dan teologi di Konisberg. Oleh karena faktor ekonomi
sejak tahun 1747 – 1755, Kant menjadi guru. Kemudian Kant diangkat menjadi
dosen di universitas dan pada tahun 1770 dia diangkat sebagai guru besar logika
dan metafisika di Konisberg. Kant meninggal pada tahun 1804.
Kehidupan Kant sebagai seorang
filsuf dibagi menjadi dua periode yaitu pertama zaman pra kritis yang dilalui
dengan menganut pendirian rasionalistis yang dijalankan oleh Wolff. Kedua,
zaman kritis pada keadaan Kant meninggalkan rasionalisme karena dia dipengaruhi
oleh David Hume. Pada filsafatnya, Immanuel Kant ingin menemukan sintetis
pengetahuan. Yang dilakukan oleh Kant yaitu membalikkan kecenderungan dan
proses filsafat modern, mengkritik validitas pengetahun, memeriksa kajiannya
dan menentukan batasannya. Filsafat sebelum keberadaan Kant menekankan pada
pengetahuan tentang objek dunia luar, sedangkan Kant menekankan pada kognisi
dan cara objek yang semuanya ditentukan oleh pemahaman manusia. Pernyataan Kant
menerangkan jika ingin memahami alam semesta, harus melihat pemikiran manusia.
Kant sendiri menyebut
bahwa filosofinya transedental, yang dimaksud yaitu dirinya tidak begitu peduli
pada fenomena melainkan dengan pengetahuan apriori tentang mereka. Menurut
Kant, unsur apriori sudah ada pada taraf indrawi manusia. Oleh karena itu,
pengenalan apriori berdasar ruang dan waktu. Apriori adalah sesuatu yang sama
sekali tidak tergantung dari pengalaman. Maka dapat dikatakan hal ini masuk
dunia atau alam pikir manusia. Apriori itu suatu pernyataan analitis yang
selalu benar. Jika dalam kalimat, predikatnya sudah ada di subjek dan tidak
menambahkan informasi yang baru dalam subjek. Contoh apriori yaitu bola itu
bulat, kucing adalah hewan berkaki empat, matahari terbit dari timur, dll.
Sedangkan aposteriori merupakan sesuatu yang berdasarkan pengalaman. Hal ini
masuk pada sesuatu yang telah terjadi (yang dialami).
Aposteriori itu suatu
pernyataan sintetis yang predikatnya menuntut sesuatu yang baru dan belum
termuat dalam subjek. Contoh aposteriori yaitu, air yang dimasak akan mendidih,
baju saya berwarna hitam, rumah itu berbentuk petak dll. Apriori dan
aposteriori tidak dapat dikombinasikan, tidak cocok atau kontradiktif adalah
analitis aposteriori. Sedangkan sintetis apriori justru ada, misalnya ilmu
fisika dan matematika. Sebagai contoh konsep sintetis apriori yaitu 2 + 2 = 4.
Angka nomimal tersebut ada bukan karena pengalaman tetapi karena pengetahuan
apriori. Sintetis apriori inilah yang sangat ditekankan oleh Kant dalam
perkembangan ilmu pengetahuan.
Pustaka:
Dahlan,
Moh. 2009. Pemikiran Filsafat Moral
Immanuel Kant, Vol. 8 No. 1, ISSN 1412-5188. Malang
Marsigit. 2013. Kant’s Theory Of Knowledge. Yogyakarta : UNY
Komentar
Mantap banget
BalasHapusYg mana sih Imanuel kant?
BalasHapusbeliau seorang filsuf kak. nanti saya kirimkan artikel lainnya ya. hehe
HapusNice
BalasHapusTerima kasih telah berbagi informasi yg bermanfaat๐๐๐
BalasHapusMantap kak๐
BalasHapusMantap, luarbiasa
BalasHapusTerimakasih ilmunya kak
BalasHapusMantap
BalasHapustulisannya bagus kak, semangat menulis!
BalasHapusSemangat terus kak..
BalasHapusTerima kasih, ilmu yang sangat bermanfaat ๐
BalasHapusSemangat kak.. ilmunya sangat membantu
BalasHapusSering denger nama Kant tapi nggak pernah kepo...nice jadi nambah info tentang siapa itu Kant
BalasHapusTerima kasih info nga sangat menarik
BalasHapusTerima kasih infonya sangat menarik
BalasHapusBagus juga ya...
BalasHapus