- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tugas Akhir Filsafat Ilmu
Penerapan dan Refleksi Filsafat pada Ilmu Geografi
Evangelia Tuko
Penerapan
dan refleksi ini saya buat berdasarkan catatan-catatan perkuliahan saya
mengenai Filsafat Ilmu Geografi yang pernah saya terima di strata 1. Filsafat pada
Geografi diberikan untuk menguatkannya sebagai ilmu. Pada Filsafat Ilmu
Geografi, membahas aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ketiga aspek ini
akan menjadikan kedudukan Geografi menjadi sebuah ilmu yang kuat. Oleh sebab itu pada tulisan ini akan mengkaji aspek
filsafat pada Ilmu Geografi yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi dari
berbagai literatur secara singkat dan sederhana.
·
Ontologi Geografi
Ontologi
merupakan cabang ilmu filsafat yang mengkaji hakikat sebenarnya suatu ilmu. Ontologi
pada Geografi merujuk pada pengertian atau definisi geografi yang telah
dikemukakan oleh para ahli dan perhimpunan geografi. Sebagai contoh definisi
geografi oleh Hagget (1983) yang menyatakan bahwa “Geography is an integrative discipline that brings together the
physical and human dimensions of the world in the study of people, place and
environments” yang memiliki arti geografi adalah studi disiplin ilmu yang
menyatukan dimensi fisik dan manusia di dunia yang berhubungan dengan manusia,
tempat, dan lingkungannya. Definisi geografi berikutnya dari seminar para ahli
geografi pada Seminar dan Lokakarya di Semarang tahun 1988 yang menjelaskan
bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan
fenomena geosfer dengan menggunakan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan
dalam konteks keruangan. Berdasarkan kedua definisi tersebut maka secara
eksplisit dapat dipahami bahwa geografi merupakan bidang ilmu yang integratif
antara aspek fisik dan sosial. Mengkaji fenomena geosfer tidak boleh hanya
aspek fisiknya saja. Kajian geosfer harus komprehensif melipui aspek fisik dan
sosial manusianya. Untuk mengkaji fenomena geosfer, maka harus menggunakan tiga
pendekatan utama yaitu keruangan, kelingkungan dan kompleks wilayah. Ketiga pendekatan
inilah yang merupakan ciri khas geografi yang tidak dimiliki oleh ilmu lain.
Jadi, secara ontologi geografi merupakan ilmu yang integratif mengkaji aspek
fisik dan sosial.
·
Epistemologi Geografi
Epistemologi
merupakan cabang filsafat yang menekankan pada kajian terhadap cara mendapatkan
pengetahuan secara benar. Aspek epistemologi dalam ilmu geografi sama seperti
ilmu lainnya yaitu menggunakan metode induktif dan deduktif, selai itu
menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hal ini bertujuan untuk
mendapatkan data yang komprehensif terhadap kajian fenomena geosfer. Sebagai
contoh, dengan menggunakan metode induktif deduktif dan analisis kuantitatif
kualitatif, permasalahan alam seperti gunung berapi yang dapat dikaji secara
kuantitatif yaitu pemanfaatan teknologi geospasial untuk memetakan area
terdampak. Selajutnya secara kualitatif yaitu mengkaji dampak aktivitas manusia
yang hidup di sekitar gunung berapi. Jadi, secara epistemologi pengkajian ilmu
geografi dapat diketahui pengetahuannya secara benar dan nyata dengan metode
induktif deduktif dan analisis kuantitatif kualitatif.
·
Aksiologi Geografi
Aksiologi
merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia
menggunakan ilmunya. Yang ingin dicapai oleh aksiologi adalah hakikat dan
manfaat yang terdapat dalam suatu pengetahuan. Secara aksiologi, geografi
sendiri masih eksis hingga saat ini dikarenakan masih memberikan kebermanfaatan
bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, maraknya
eksploitasi sumber daya alam serta penggunaan energi fosil yang tidak dapat
terbaharukan telah berdampak pada kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu, maka
keberadaan ilmu geografi semakin penting untuk mendukung pembangunan
berkelanjutan (Sprenger & Nienaber, 2017). Pendekatan kelingkungan yang
adalah ciri khas geografi semakin dibutuhkan untuk melakukan kajian-kajian
terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini. Ilmu geografi hingga saat
ini menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang dikenalkan kepada siswa di dunia
pendidikan. Hal ini tentunya untuk mencapai tujuan hidup yang terkandung dalam
kompetensi dasar mata pelajaran geografi. Para pemangku keputusan dalam
pendidikan tentunya sadar bahwa pendidikan merupakan sarana yang tepat untuk
membentuk sikap siswa peduli terhadap lingkungan sehingga dapat berperan dalam
upaya penyelamatan bumi.
Kesimpulan
Geografi
sebagai ilmu sangatlah menarik untuk dipelajari. Tentunya memahami Filsafat
Ilmu Geografi akan membuat kita lebih mencintai lingkungan bumi kita sendiri. Mendalami
pelajaran Geografi tidak serta merta untuk mendapatkan nilai yang baik di
kelas, tetapi juga memberikan dampak kepada siswa dalam menjaga keutuhan
ciptaan di bumi ini. Ciri khas geografi adanya tiga pendekatan yaitu keruangan,
kelingkungan dan kompleks wilayah. Akan menuntun pembelajar untuk mengkaji isu
lingkungan hidup dengan lebih terfokuskan dan komprehensif. Sama seperti bidang
ilmu lainnya, pembelajaran geografi tentunya harus membekali siswa kompetensi
yang dapat diterapkan dalam kehidupannya.
Daftar Pustaka
Hagget,
Peter. 1983. Geography: A Modern
Synthesis. Harper & Row series in geography.
Sprenger,
S & Nienabar, B. 2017. Education for
Sustainable Development in Geography Education: review and outlook from a
perspective of Germany. Journal of Geography in Higher Education. https://doi.org/10.1080/03098265.2017.1379057
Artikel
: http://staff.ui.ac.id/system/files/users/djoko.harmantyo/publication/paperfils-01.doc/diunduh
11-12-2020 jam 13.00
WIB
Komentar

Kok pendekatan dimasukkan ke ontologi mbak? Bukankah lebih cocok di epistemologi.
BalasHapusberdasarkan bahan yang saya baca masuk di ontologi kak. baik saya akan cek kembali ya. terima kasih sarannya :)
HapusDalam perkembangannya, Geografi menjadi suatu studi tentang respon manusia terhadap lingkungan alamnya. Geografi dapat memprediksi cara-cara manusia merespon lingkungannya sebagai tempat hidupnya.
BalasHapusGeografi juga dijadikan ilmu praktis, pada zaman dahulu sering dimanfaatkan oleh para kolonisator/penjajah untuk membuka dan menjelajahi bahkan menguasai benua-benua baru yang ditemui dalam perjalannannya.
👍
BalasHapusMantap, nambah ilmu tentang Geografi
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus pengetahuan
BalasHapusmantappp
BalasHapusNiceee...
BalasHapusWahh trmikasih ka sngat bermanfaat pngetahuan baru utk saya
BalasHapusHal baru yang saya pelajari dan saya suka
BalasHapusTerima kasih kak sudah berbagi ilmu
BalasHapusWah mantaap...nambah ilmu nih 👍
BalasHapusMantap,
BalasHapusTambah pengetahuan!